Updates from April, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • haniefz 3:17 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Idul Adha 

    Idul Adha (di Republik Indonesia, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

    Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

    Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

    Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

    Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim.

    [sunting] Penetapan Idul Adha

    Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

    «اَلْحَجُّ عَرَفَةُ»

    Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya”).

    Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

    «عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللهِ e أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا»

    Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”).

    Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan haji dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amir Makkah.

    Advertisements
     
  • haniefz 3:15 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Idul Fitri 

    Idul Fitri

    Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan menyelenggarakan Salat Iedbersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah.

    Ibadah dan tradisi pada Idul Fitri

    Idul Fitri menandai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan.

    Salat Idul Fitri biasanya dilakukan di lapangan. Adapun hukum dari Salat Idul Fitri ini adalah sunnah mu’akkad. Sebelum salat, kaum muslimin mengumandangkan takbir. Adapun takbir adalah sebagai berikut:

    Takbir mulai dikumandangkan setelah bulan Syawal dimulai. Selain menunaikan Salat Sunnah Idul Fitri, kaum muslimin juga harus membayar zakat fitrah[1][2] sebanyak 2,7 kilogram bahan pangan pokok. Tujuan dari zakat fitrah sendiri adalah untuk memberi kebahagiaan pada kaum fakir miskin. Kemudian, Khutbah diberikan setelah Salat Idul Fitri berlangsung, dan dilanjutkan dengan do’a. Setelah itu, kaum muslimin saling bermaaf-maafan. Terkadang beberapa orang akan berziarah mengunjungi kuburan.[3]

    [sunting] Idul Fitri di berbagai wilayah

    [sunting] Asia

    [sunting] Asia Tenggara

    Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan “halal bi-halal”,[4] memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

    Di Malaysia, Singapura, dan Brunei, Idul Fitri dikenal juga dengan sebutan Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidil Fitri. Masyarakat di Malaysia dan Singapura turut merayakannya bersama masyarakat Muslim diseluruh dunia. Seperti di Indonesia, malam sebelum perayaan selalu diteriakkan takbir di masjid ataupun mushala, yang mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Tuhan. Diperkampungan, biasanya banyak masyarakat yang menghidupkan pelita atau panjut, atau obor di Indonesia. Banyak bank, perkantoran swasta ataupun pemerintahan yang tutup selama perayaan Idul Fitri hingga akhir minggu perayaan. Masyarakat disini biasanya saling mengucapkan “Selamat Hari Raya” atau “Salam Aidil Fitri” dan “Maaf lahir dan batin” sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama. Di Malaysia juga ada tradisi balik kampung, atau mudik di Indonesia. Disini juga ada tradisi pemberian uang oleh para orang tua kepada anak-anak, yang dikenal dengan sebutan duit raya.[5][6]

    Umat Muslim adalah minoritas di Filipina, sehingga sebagian besar masyarakat tidak begitu familiar dengan perayaan ini. Namun, perayaan Idul Fitri sudah diatur sebagai hari libur nasional oleh pemerintah dalam Republic Act No. 9177 dan berlaku sejak 13 November 2002.[7]

    [sunting] Asia Selatan

    Di Bangladesh, India, dan Pakistan, malam sebelum Idul Fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak mereka. Para perempuan, terutama yang muda, seringkali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional hennadan serta memakai rantai yang warna-warni.

    Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idul Fitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. Didalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi, dari para orang tua.

    Di pagi Idul Fitri, setelah mandi dan bersih, setiap Muslim didorong untuk menggunakan pakaian baru, bila mereka bisa mengusahakannya. Sebagai alternatif, mereka boleh menggunakan pakaian yang bersih, yang telah dicuci. Orang tua dan anak laki-laki pergi ke masjid atau lapangan terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, salat Ied, berterimakasih kepada Allah karena diberi kesempatan beribadah di bulan Ramadan dengan penuh arti. Setiap Muslim diwajibkan untuk membayar Zakat Fitri atau Zakat Fitrah kepada fakir miskin, sehingga mereka dapat juga turut merayakan hari kemenangan ini.

    Setelah salat, perkumpulan itu dibubarkan dansetiap Muslim saling bertamu dan menyambut satu sama lain termasuk anggota keluarga, anak-anak, orang tua, teman dan tetangga mereka.

    Sebagian Muslim juga berziarah ke makam anggota keluarga mereka untuk berdoa bagi keselamatan almarhum. Biasanya, anak-anak mengunjungi sanak keluarga dan tetangga yang lebih tua untuk meminta maaf dan mengucapkan salam.

    Setelah bertemu dengan teman dan sanak keluarganya, banyak orang yang pergi ke pesta-pesta, karnaval, dan perayaan khusus di taman-taman (dengan bertamasya, kembang api, mercon, dan lain-lain). Di Bangladesh, India, dan Pakistan, banyak dilakukan bazar, sebagai puncak Idul Fitri. Sebagian Muslim juga memanfaatkan perayaan ini untuk mendistribusikan zakat mal, zakat atas kekayaannya, kepada orang-orang miskin.

    Dengan cara ini, umat Muslim di Asia Selatan merayakan Idul Fitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga mereka, teman, dan para fakir miskin, sebagai rasa kebersamaan.

    [sunting] Arab Saudi

    Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul Fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, pertunjukan musik, dan sebagainya. Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.[8]

    [sunting] Cina

    Di Cina, tepatnya di Xinjiang, perayaan Lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Idul Fitri, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan.[8]

    [sunting] Iran

    Lebaran di Iran justru kurang semarak. Hal ini karena mayoritas umat Islam di sana adalah pengikut ajaran Syiah. Setelah salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, mereka cukup melanjutkannya dengan acara silaturahmi bersama keluarga dan ditutup dengan acara pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang kurang mampu.[8]

    [sunting] Eropa

    Di Eropa, perayaan Idul Fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idul Fitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idul Fitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idul Fitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh Imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu area dimana terdapat banyak kaum Muslimin disana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di area tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idul Fitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan rukyat hisab untuk menentukan hari raya Idul Fitri.

    [sunting] Turki

    Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan “Bayramınız Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayramınız Mübarek Olsun”. Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.

    Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, dimana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.

    [sunting] Amerika

    [sunting] Amerika Utara

    Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Karena penetapan hari raya bergantung pada peninjauan bulan, seringkali banyak masyarakat tidak sadar bahwa hari berikutnya sudah Idul Fitri. Masyarakat menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan penghujung Ramadan dan permulaan Syawal. Orang Amerika Utara yang berada di wilayah timur bisa jadi merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda dibanding mereka yang di wilayah barat. Pada umumnya, penghujung Ramadan diumumkan via e-mail, website, atau melalui sambungan telepon.

    Umumnya, keluarga Muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim disana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal. Salat Idul Fitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah dimana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan kutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.

    Empire State Building di New York City, Amerika Serikat, memancarkan lampu-lampu berwarna hijau sebagai penghormatan terhadap hari raya Idul Fitri pada tanggal 12-14 Oktober 2007.[9]

    [sunting] Idul Fitri dalam kalender Masehi

    Lihat pula: Kalender Islam

    Dalam kalender Islam, penetapan hari Idul Fitri selalu sama setiap tahunnya, hal ini berbeda dalam kalender Masehi yang selalu berubah dari tahun ke tahun. Dalam kalender Islam penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender lunar), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender solar). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idul Fitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya. Perkiraan hari Idul Fitri dalam kalender Masehi ialah sebagai berikut:

     
  • haniefz 3:10 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Natal 

    Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

    Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Claus atau Sinterklas.

    Etimologi

    Kata “natal” berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir). Dahulu juga dipakai istilah Melayu-Arab Maulid atau Milad. Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan Idul Milad. Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus. Christmas biasa pula ditulis Χ’mas, suatu penyingkatan yang cocok dengan tradisi Kristen, karena huruf Χ dalam bahasa Yunani merupakan singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani Chi-Ro.

    Dalam Alkitab bahasa Indonesia sendiri tidak dijumpai kata “Natal”, yang ada hanya kelahiran Yesus.

    Kelahiran Yesus menurut Alkitab

    Cerita kelahiran Yesus dalam Injil Perjanjian Baru ditulis dalam kitab Matius (Matius 1:18-2:23) dan Lukas (Lukas 2:1-21).

    Menurut Lukas, Maria mengetahui dari seorang malaikat bahwa dia telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan. Setelah itu dia dan suaminya Yusuf meninggalkan rumah mereka di Nazaret untuk berjalan ke kota Betlehem untuk mendaftar dalam sensus yang diperintahkan oleh Agustus, Kaisar Romawi pada saat itu. Karena mereka tidak mendapat tempat untuk menginap di kota itu, bayi Yesus dibaringkan di sebuah palungan (malaf)[1][2]. Kelahiran Kristus di Betlehem Efrata, Yudea, di kampung halaman Daud, nenek moyang Yusuf, memenuhi nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1-2. (Di Israel purba mereka mengenal ada dua kota Betlehem, kota Betlehem satunya lagi berada di tanah Zebulon.)

    Matius mencatat silsilah dan kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih ke kedatangan orang-orang majus dari Timur — yang diduga adalah Arabia atau Persia — untuk melihat Yesus yang baru dilahirkan. Orang-orang bijak tersebut mula-mula tiba di Yerusalem dan melaporkan kepada raja Yudea, Herodes Agung, bahwa mereka telah melihat sebuah bintang — yang sekarang disebut Bintang Betlehem — menyambut kelahiran seorang raja. Penelitian lebih lanjut memandu mereka ke Betlehem Yudea dan rumah Maria dan Yusuf. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus. Ketika bermalam, orang-orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut. Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka. Matius kemudian melaporkan bahwa keluarga Yesus kabur ke Mesir untuk menghindari tindakan Raja Herodes yang memutuskan untuk membunuh semua anak di bawah dua tahun di Betlehem untuk menghilangkan saingan terhadap kekuasaannya. Setelah kematian Herodes, Yesus dan keluarga kembali dari Mesir, tetapi untuk menghindar dari raja Yudea baru (anak Herodes Agung, yakni Herodes Arkhelaus) mereka pergi ke Galilea dan tinggal di Nazaret.

    Sisi lain dari cerita kelahiran Yesus yang disampaikan oleh kitab Injil adalah penyampaian berita itu oleh para malaikat kepada para gembala. Beberapa nyanyian Natal menyebutkan bahwa para gembala itu melihat sebuah bintang yang besar bersinar di atas kota Betlehem. Mereka mengikuti bintang itu hingga ke tempat kelahiran Yesus. Beberapa astronom dan sejarawan telah berusaha menjelaskan gabungan sejumlah peristiwa angkasa yang dapat ditelusuri yang mungkin dapat menerangkan penampakan bintang raksasa yang tidak pernah dilihat sebelumnya itu, pendapat yang paling kuat adalah dari Johannes Kepler, yang menerangkan bahwa Bintang Natal atau Bintang Betlehem itu secara astronomik adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus pada konstalasi Pisces. Dan konjungsi ini memang benar terjadi pada bulan Desember tahun 7 sebelum Masehi. Penampakan bintang itu sebenarnya menurut Alkitab untuk membantu para orang majus mengetahui letak di mana Yesus dilahirkan agar kemudian dapat melaporkan kepada Herodes. Tetapi karena niat Herodes yang jahat, para orang majus tidak kembali melaporkan kepada Herodes.

    [sunting] Asal-mula peringatan Natal

    Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal. Klemens dari Aleksandria mengejek orang orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya – terutama oleh Origenes – dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.

    Tetapi di sebelah Timur orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan “pesta Epifania” (pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epifania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah – yaitu pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epifania, tetapi terutama kelahiran-Nya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja Timur merayakan pesta Epifania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.

    Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian. Ephraim dari Syria menganggap Epifania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: “Malam perayaan Epifania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, ketika seluruh dunia sedang berjaga jaga?” Pada malam perayaan Epifania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di gua Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

    [sunting] Sejarah

    Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti (Surya tak Terkalahkan), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab (lihat Maleakhi 4:2; Lukas 1:78; Kidung Agung 6:10).

    Tanggal

    Ada pendapat yang berkata bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus.[rujukan?] Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput. (Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi. Para pendukung tanggal kelahiran bulan Desember berpendapat meski musim dingin, domba-domba tetap tinggal di kandangnya di padang rumput dan tetap dijaga oleh gembala, dan meski tidak ada rumput, padang rumput tetaplah disebut padang rumput.

    Ada juga pendapat yang berkata bahwa perayaan Natal bersumber dari tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama. Namun pandangan ini disanggah oleh Gereja Ritus Timur, karena Gereja Ritus Timur sudah merayakan kelahiran Yesus sejak abad ke-2, sebelum Gereja di Roma menyatakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.

    Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal karena dianggap berasal dari tradisi kafir Romawi, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Baptis Hari Ketujuh, Perserikatan Gereja Tuhan, kaum Yahudi Mesianik, dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia. Saksi-Saksi Yehuwa juga tidak merayakan Natal.
    Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti Paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, yang bukan mementingkan ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.

    [sunting] Tahun

    Tahun kalender Masehi diciptakan pada abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus. Tahun Masehi yang kita gunakan sekarang ini disebut juga anno Domini (Tahun Tuhan).

    Bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada tahun 1 SM? Ia mengambil data dari catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 754 kalender Romawi itu adalah tahun ke 15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius seperti yang tercantum di Lukas 3:1-2. Data inilah yang dijadikan patokan olehnya untuk mengawali tahun 1 SM.

    Di samping itu ia juga mengambil data dari Lukas 2:1-2 yang menyatakan bahwa Kirenius (Gubenur dari Siria) pertama kali menjalankan program sensus.

    Walaupun demikian masih juga orang yang meragukannya, sebab menurut sejarahwan Yahudi yang bernama Flavius Josephus, raja Herodes meninggal dunia pada tahun 4 sebelum Masehi sehingga konsekuensinya tanggal lahir Yesus harus dimundurkan sebanyak empat tahun. Tapi teori ini pun tidak benar, sebab ia menganalisa tahun tersebut berdasaran adanya gerhana bulan pada tahun saat Herodes meninggal dunia yang terjadi di Yerusalem pada tanggal 13 Maret tahun 4 sebelum Masehi.

    [sunting] Tradisi

    Banyak tradisi perayaan Natal di barat yang merupakan pengembangan kemudian dengan menyerap unsur berbagai kebudayaan. Pohon natal di gereja atau di rumah-rumah mungkin berhubungan dengan tradisi Mesir, atau Ibrani kuno. Ada pula yang menghubungkannya dengan pohon khusus di taman Eden (lihat Kejadian 2:9). Tetapi dalam kehidupan pra-Kristen Eropa memang ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu. Tradisi “Pohon Terang” modern berkembang dari Jerman pada abad ke-18.[3]

    Terdapat pula tradisi mengirim Kartu Natal, yang dimulai pada tahun 1843 oleh John Callcott Horsley dari Inggris. Biasanya dengan gambar yang berhubungan dengan kisah kelahiran Yesus Kristus dan disertai tulisan: Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Dewasa ini orang memakai teknologi informasi (email) berkirim kartu Natal elektronik.

    Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda. Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, berhubungan dengan St. Claus (Santa Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. Dalam dunia modern, perayaan Natal secara sekuler lebih menekankan aspek saling memberi hadiah Natal, sehingga ada yang beranggapan Santa Nikolas makin lebih penting daripada Yesus Kristus. Dalam tradisi Sinterklass Belanda – tokoh yang digambarkan oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih dan berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut ini – menjadi bagian dari acara keluarga (untuk mendisiplin anak-anak) dengan mengunjungi rumah-rumah disertai pembantu berkulit hitam (Zwarte Pit) yang memikul karung berisi hadiah untuk anak yang baik; tetapi karung itu juga tempat anak-anak nakal dimasukkan untuk dibawa pergi. Yang sering kita lihat juga Natal dimeriahkan dengan banyak cahaya lampu berkelap-kelip. Selain untuk menambah semarak perayaan, ini juga memiliki pemahaman cahaya yang ada, maksudnya adalah Kristus akan mengusir kuasa kegelapan.[4]

    Berbeda dengan tradisi perayaan Natal di barat, perayaan Natal ritus timur banyak mengandung aspek rohani seperti puasa, bermazmur, membaca Alkitab, dan puji-pujian. Di Gereja-gereja Arab, boleh dibilang tidak ada perayaan Natal tanpa didahului puasa. Gereja Ortodoks Syria melakukan persiapan Natal dengan berpuasa selama 10 hari. Sementara di Gereja Ortodoks Koptik puasanya lebih lama lagi, yaitu sejak minggu terakhir November. Jadi, sekitar 40 hari. Waktu iftar (buka puasa) pada tanggal 7 Januari pagi. Puasa pra-Natal ini disebut dengan puasa kecil (Shaum el-Shagir). Meskipun agak berbeda dalam tradisi, secara prinsip cara ini tidak jauh berbeda dengan cara berpuasa Gereja-gereja Orthodoks lain.

    [sunting] Makna Lilin Dalam Natal

    Dalam masa Natal, Lilin menggambarkan atau memberikan gambaran tentang Kristus.[5] Kristus dilambangkan sebagai terang bagi dunia yang gelap.[5] Di dalam Alkitabpun tertulis tentang terang, di dalam Perjanjian Lama,Yesaya 9 : 1-6, “terang yang besar”, sedangkan di dalam Perjanjian Baru, Yohanes 1 : 1-18,” terang manusia”. [5]

    Bukan hanya di dalam peribadahan saja, di rumah-rumah dan di toko-toko kerap di hias dengan lampu-lampu yang kelap-kelip, hal ini muncul sejak zaman patristik sebagai gambaran akan terang yang mengalahkan kegelapan. [5] Penggunaan lilin dan lampu-lampu kelap-kelip merupakan pengaruh dari pesta cahaya Yahudi atau Hanukkah Yahudi. [5] Hari raya Hanukkah dirayakan sekitar masa Adven dan Natal, dan terkadang sering diplesetkan dengan istilah Natal Yahudi.[5]

    Ekonomi

    Natal biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di berbagai negara di dunia. Penjualan barang-barang meningkat tajam di berbagai area retail, dan pada musim Natal orang-orang membeli berbagai hadiah, dekorasi, dan persediaan Natal. Industri yang bergantung pada penjualan di musim Natal antara lain kartu Natal, pohon Natal, dan lain-lain.

    Selain kegiatan ekonomi terbesar, Hari Natal di berbagai negara Barat merupakan hari paling sepi bagi dunia bisnis; hampir semua toko retail, institusi bisnis dan komersial tutup, dan hampir semua industri berhenti beroperasi. Studio-studio film merilis berbagai film berbiaya tinggi pada musim Natal untuk menghibur orang-orang, yang sedang berlibur.

    [sunting] Sosial

    Selama puasa, jemaat gereja-gereja Koptik, seperti Gereja Koptik Sayidah el-Adzra’ (Santa Maria), di Madinat al-Tahrir, Imbaba, Kairo mempunyai kebiasaan hanya makan sekali sehari dengan menu makanan semacam tempe (dari kacang-kacangan), namanya tamiya atau falafel yang dimakan dengan sepotong roti dan air putih. Karena itu, uang belanja yang biasanya mereka belikan daging dan menu lumayan mewah lainnya dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada orang orang miskin yang dikoordinasi oleh Gereja.[rujukan?]

     
  • haniefz 3:06 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Pepi Cs Kelompok Baru 

    JAKARTA- Mabes Polri mengungkapkan kelompok teroris baru kelompok Pepi Fernando disamping lebih intelektual, kelompok ini terlihat agak berbeda bila dilihat dari latar belakang pelaku yang berpendidikan.
    Polisi hingga saat ini juga masih terus menelusuri kemungkinan adanya hubungan dengan kelompok teroris lainnya.

    “Tidak ada anggota mengindikasikan sementara terkait tokoh-tokoh DPO dalam aksi-aksi teror lain,” ujar Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (27/4/2011).

    Kemahiran Pepi dalam merakit bom yang terdiri atas bahan peledak yang mudah didapat di pasaran lantas kemudian menimbulkan tanya. Mungkinkah Pepi berguru kepada seseorang dalam kemampuannya merakit bom?

    “Nanti akan kita pelajari dulu. Kan kemarin kita sudah sampaikan buku-buku apa saja yang mereka baca dan membuat mereka berubah,” pungkas Boy.

     
  • haniefz 3:04 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Pelaku Bom Buku Rapat di Forum Pengajian 

    JAKARTA – Mabes Polri mengungkapkan latarbelakang para pelaku teror bom buku dan Serpong yang beragam, mengindikasikan kelompok ini memiliki satu majelis yang biasa digunakan.

    “Pengajian, pertemuan memang ada, yang jelas yang bersangkutan sudah berkomunikasi dengan teman-temannya. Tentu latar belakang paling tidak bisa kelihatan dan yang berlatar belakang sama,” ujar Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di kantornya, Rabu (27/4/2011).

    Boy menambahkan, segala bentuk kegiatan yang ada indikasi unsur pelanggaran hukum maka akan dilakukan penindakan. “Jika unsur pelanggaran hukum terpenuhi akan ada penindakan hukum,” tegasnya.

    Mabes Polri telah menetapkan 17 tersangka dari sebelumnya total 22 orang dalam kasus teror bom buku dan rencana peledakan bom Serpong, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. Para tersangka sudah ditahan untuk keperluan penyidikan.

    Sedangkan lima lainnya belum dilakukan penahanan lantaran penyidik belum menemukan alat bukti yang cukup untuk melakukan penahanan.

    “Tidak cukup bukti maka tidak dilanjutkan dengan penahanan, awalnya diperiksa sebagai tersangka lalu dikembalikan (statusnya) sebagai saksi karena belum cukup bukti,” ujar Boy.

     
  • haniefz 3:03 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Berencana Rekam Ledakan Bom Serpong, Imam Diduga Bermotif Ekonomi 

    Jakarta – Kameramen Global TV, IF alias Imam Firdaus (IF) berencana untuk merekam ledakan bom di Serpong, Tangerang. Imam diyakini tidak memiliki motif jihad seperti pelaku lainnya. Lalu apa motif Imam?

    “Dia sadar melakukannya. Namun motivasinya uang,” ujar pengamat terorisme, Mardigu WP saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/4/2011).

    Ahli hipnoterapi ini menegaskan Imam tidak dihipnotis oleh Pepi yang diduga memimpin teror bom buku. Imam hanya tergoda iming-iming Pepi yang akan memberinya imbalan besar.

    “Tidak ada unsur hipnotis, dia sadar kok. Tapi memang kurang panjang berfikirnya sehingga berakhir seperti ini,” jelas Mardigu.

    Namun Mardigu enggan membeberkan berapa iming-iming uang yang akan diterima Imam jika ia berhasil merekam ledakan bom itu. “Yang jelas itu sudah terkonfirmasi. Tapi saya belum tahu berapa (uangnya),” jelas pria yang juga psikolog ini.

    Imam Firdaus ditangkap bersama 19 tersangka kasus bom buku dan bom Serpong, Tangerang, Banten. Menurut Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, peran Imam untuk merekam aksi teror yang direncanakan.

    Selain itu, Imam juga ditawari oleh perancang aksi bom Pepi Fernando untuk menyiarkan peristiwa tersebut secara langsung. Imam juga diminta untuk mengajak media asing untuk melakukan hal yang sama.

     
  • haniefz 2:59 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Berikut Tuduhan kepada 17 Tersangka Bom Buku & Serpong 

    JAKARTA – Sejak pekan lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus bergerak menangkap terduga teroris yang melakukan teror bom buku dan berencana meledakkan bom di jalur pipa gas PGN di dekat Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, hingga kini polisi sudah membekuk 22 orang. Sebanyak 17 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, sementara sisanya dibebaskan.

    Berikut identitas ke-17 tersangka tersebut berikut peran mereka dalam dua aksi teror sebagaimana disampaikan Boy kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

    1. Muhamad Maulana Sani ditangkap di Rawamangun Muka Selatan II pada 20 April pukul 21.00. Maulana diduga turut serta merakit bom bersama Pepi Fernando. Ketika itu, Densus juga menangkap Doni Ramdani, Yuyun Supriatna, Osum Sumarna, Ahmad Hidayat dan Opi Yuhendra. Namun mereka akhirnya dibebaskan.

    2. Pepi Fernando ditangkap di Merduati, Kutaraja, Banda Aceh. Pepi Fernando merupakan pimpinan kelompok, ditangkap 21 April 2011. Perannya menentukan satu judul buku ‘Atas Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin, Mereka Boleh Dibunuh’ yang ditujukan untuk Ulil Abshar
    Abdalla.

    3. Hendi Suhartono, turut serta membuat bom, eksekutor meletakkan bom di
    Puspitek dan Serpong.

    4. Muhammad Fadil, sarjana Fakultas Ushuludin, Jurusan Filsafat, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dia turut membantu dana bom, dan menyembunyikan pelaku Pepi dan Zokaw alias Hendi Suhartono.

    5. Irman Kamaludin, lulusan SMK usia 24, Jurusan Design Grafis, sebagai bendahara Pepi, turut serta membuat bom, membuat lima cover dan 4 judul buku, ‘Yahudi Militan’ yang dikirim ke musisi Ahmad Dani, ‘Pesta Narkoba di Kalangan Pejabat Negara’ Gories Mere, Masih Adakah Pancasila’, dan ‘Tentang Yesus’.

    6. Darto ditangkap di Rawadas Pondok Kopi. Pekerjaan jualan mainan. Dia turut membeli bahan peledak, turut serta buat bom, meletakkan bom tabung di TKP Banjir Kanal Timur, Cakung.

    7. Watono, ditangkap di Rawadas, Pekerjaan pedagang burger, turut serta membuat bom.

    8. Fajar Dwi Setyo, peranan membeli bahan peledak, dan meletakkan bom di Puspitek.

    9. Ade Guntur, berperan membeli bahan peledak, survei di Puspitek dan membawa
    bahan peledak.

    10. Riki Riyanto, lulusan SMP paket B, berperan membeli bahan peledak, dan membuat bom bersama Pepi serta membawa bom ke Gereja Christ Cathedral, Serpong.

    11. Mohammad Syarif, ditangkap di Pesanggrahan, Ciputat Timur. Dia lulusan SMK yang bekerja sebagai supir pribadi Ibu Iskandar di Komplek MPR. Perannya turut serta membuat bom, ikut uji coba peledakan bom di rumah Pepi pada Februari 2011.

    12. Mugianto alias Mugi ditangkap di Pasar Perumnas Klender. Mugianto adalah karyawan toko yang ditugasi membeli bahan  peledak dan membuat bom.

    13. Juni Kurniawan ditangkap di Jalan Mawar Tangerang. Juni Kurniawan lulusan SMA yang peranannya membantu memberi dana buat aksi teror.

    14. Febri Hermawan, ditangkap di Jalan Margahayu, Bekasi Timur, peranananya turut membuat bom

    15. Deni Carmelita (istri Pepi) ditangkap di Perumahan Harapan Indah, Bekasi. Deni Carmelita, lulusan IISIP jurusan ilmu Jurnalistik. Pekerjaan staf humas BNN. Perannnya menyembunyikan info tentang ledakan bom.

    16. Imam Mohammad Firdaus, ditangkap di Manunggal Makasar, Jakarta Timur. Firdaus, lulusan sarjana yang berkerja sebagai kamerawan. Perananannya menyembunyikan informasi aksi ledakan bom dan berencana untuk disiarkan di media.

    17. Matun Maulana, ditangkap di Gunung Sindur, dia juga menyembunyikan informasi tentang aksi teror bom.

     
  • haniefz 2:54 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Pernikahan Pangeran William-Kate Middleton, Pesta yang Melebihi Final Piala Dunia 

    Pangeran William terlihat duduk dengan wajah dibalut ketegangan saat berada di kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss, 2 Desember 2010 lalu. Ketegangan yang hanya dalam waktu seketika berubah jadi kecewa begitu Presiden FIFA, Sepp Blater, berujar, ”Tuan rumah piala dunia 2018 jatuh pada Rusia!”.

    Namun hanya butuh waktu empat bulan bagi William dan Inggris untuk mengganti rasa kecewa itu dengan sebuah kegembiraan yang lain: The Royal Wedding. Ya, rakyat Inggris dan bahkan dunia kini sedang menantikan sebuah pesta pernikahan yang disebut-sebut sebagai yang terbesar abad ini.

    Pernikahan antara William Arthur Philip Louis (29 tahun) dengan Cahterine Elizabeth ”Kate” Middleton (29) ini bahkan akan melebihi sebuah partai final Piala Dunia sekalipun. Pernikahan akbar ini diprediksi menyedot perhatian tiga miliar penduduk bumi, jauh melebihi angka penonton partai final Piala Dunia 2010 yang berkisar satu miliar penonton.

    Kebesaran pesta pernikahan William-Kate juga dapat dilihat dari jumlah media peliput. Tak kurang dari tujuh ribu media cetak dan elektronik dari seluruh dunia akan mengabadikan pesta yang digelar pada, Jum’at (29/4) esok.  Menurut The Sun, pihak kerajaan telah mempersiapkan 60 kamera video yang tersebar di berbagai sudut Gereja Westminster Abbey, lokasi pernikahan.

    Berkat perhelatan ini pula sektor pariwisata Inggris meningkat tajam. New Zealand Herald mencatat, terjadi lonjakan wisatawan hingga 50 persen di Inggris, bertepatan dengan pernikahan. Pesanan hotel meningkat hingga 212 persen, sedangkan penerbangan naik signifikan hingga 266 persen.

    Menurut The News Four, total 1,1 juta wisatawan dari seluruh dunia akan datang khusus ke Inggris guna menyaksikan dari dekat pernikahan William-Kate. Jumlah yang hampir menyamai rekor wisatawan di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 yang mencapai 1,4 juta orang.

    Antusiasme dan perhatian dunia pada pesta pernikahan William-Kate membuat Inggris bersiap hingga melupakan sejenak Olimpiade London yang akan berlangsung kurang dari setahun. Poster-poster olimpiade yang tadinya menghiasi penjuru kota kini berganti dengan foto calon pengantin.

    Jalan Regent Street, London, bahkan tertutup bendera kerajaan yang disertai poster besar sang pangeran dan calon mempelai. Foto ukuran besar mendiang Putri Diana, ibunda William, juga turut dipajang untuk menyambut pesta pernikahan mereka.

    Pihak keamanan juga dibuat sibuk. Tidak kurang dari 5 ribu polisi bersiaga dengan senjata penuh. Ribuan tentara pun akan disebar dari lokasi pernikahan di Westminster Abbey hingga Buckingham Palace. Mengantisipasi kemungkinan aksi teror, Inggris juga menyiapkan pasukan khusus antiteror. Mereka disebar di antara kerumunan pengunjung dan masyarakat.

    Selain itu, masyarakat Inggris juga mengantisipasi kemungkinan ‘hujan poundsterling’. Antusiasme masyarakat yang memburu segala pernak-pernik The Royal Wedding, dimanfaatkan kalangan pedagang kaki lima. Banyak rupa yang dijual pedagang di antaranya cangkir, mug, dan kaus yang semuanya bergambar sang pangeran beserta si calon putri.

    Tidak hanya di Inggris, histeria pun melanda dunia. Dari Amerika, Skandinavia, Cina, hingga Australia larut dalam persiapan pesta pernikahan keluarga kerajaan Inggris itu. Cinderamata bergambar William dan Kate laris manis di seantero  dunia. Bahkan sebuah situs khusus, www theroyalweddingwilliamkate.com, dibuat untuk melayani permintaan masyarakat yang memburu barang replika dan memorabilia berbau Kate-William.

    Walau bukan laman resmi, situr tersebut mencatat angka pengunjung harian sebesar 80 ribu. Menariknya bukan warga Inggris yang berada di peringkat pertama daftar pengunjung, melainkan Sri Lanka!

    Demi menyambut salah satu perhelatan terakbar di dunia itu, Pemerintah Inggris mendeklarasikan hari libur nasional sejak  Jumat (29/4) hingga Senin (2/5). Namun menurut The Thunder, libur menyambut The Royal Wedding hanya membuat perekonomian Inggris tergerus 5 miliar dolar AS.

    Kerugian bahkan dipredikasi membengkak hingga 50 miliar dolar AS jika ditotal dari angka penyelenggaraan acara dan biaya keamanan. Angka yang kontan mendapat kritik dari sejumlah ekonom. ”Biaya yang dikeluarkan Pemerintah Inggris untuk pesta The Royal Wedding dapat menggerus potensi pertumbuhan Inggris hingga seperempat persen,” kata ekonom Investec, Philip Shaw seperti dikutip dari CBS News.

    Walau begitu, angka ini akan tertutupi dari pemasukan wisatawan yang ditaksir mencapai miliaran dolar AS pula. Di samping itu, tiga miliar umat manusia yang menyaksikan pesta pernikahan ini adalah investasi jangka panjang Inggris; bentuk promosi yang tidak bisa dibandingkan dengan perhelatan apapun di muka bumi.

    Karena itu, tak salah jika William dan masyarakat Inggris mulai melupakan kegagalan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Sebaliknya, kini Sepp Blatter-lah yang harus gigit jari karena dia tak diundang untuk menyaksikan salah satu perhelatan terbesar di muka bumi; The Royal Wedding Pangeran William dan Kate Middleton.

     
  • haniefz 2:50 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Iwan Fals, Dewa Musik dari Leuwinanggung 

    Aku lahir tanggal 3 September 1961. Kata ibuku, ketika aku berumur    bulanan, setiap  kali mendengar suara adzan maghrib aku selalu menangis. Aku nggak tau kenapa sampai sekarang pun aku masih gampang menangis. Biar begini-begini, aku orangnya lembut dan gampang tersentuh. Sebagai contoh, menyaksikan berita di televisi yang memberitakan ada orang sukses lalu medapatkan penghargaan atas prestasinya, aku pun bisa menangis. Melihat seorang ibu yang menunjukkan cinta kasihnya pada anaknya, juga bisa membuat aku tersentuh dan lalu menangis

    Bicara perjalanan karir musikku, dimulai ketika aku aktif ngamen di Bandung. Aku mulai ngamen ketika berumur 13 tahun. Waktu itu aku masih SMP. Aku belajar main gitar dari teman-teman nongkrongku. Kalau mereka main gitar aku suka memperhatikan. Tapi mau nanya malu. Suatu hari aku nekat memainkan gitar itu. Tapi malah senarnya putus. Aku dimarahi.Sejak saat itu, gitar seperti terekam kuat dalam ingatanku. Kejadian itu begitu membekas dalam ingatanku.

    Dulu aku pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Kebetulan di sana ada saudara orang tuaku yang nggak punya anak. Karena tinggal di negeri orang, aku merasakan sangat membutuhkan hiburan. Hiburan satu-satunya bagiku adalah gitar yang kubawa dari Indonesia. Saat itu ada dua lagu yang selalu aku mainkan, yaitu Sepasang Mata Bola dan Waiya.

    Waktu pulang dari Jeddah waktu musim Haji. Kalau di pesawat orang-orang pada bawa air zam-zam, aku cuma menenteng gitar kesayanganku. Dalam perjalanan dalam pesawat dari Jeddah keIndonesia, pengetahuan gitarku bertambah. Melihat ada anak kecil bawa gitar di pesawat, membuat seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiriku dan meminjam gitarku. Tapi begitu baru akan memainkan, pramugari itu heran. Soalnya suara gitarku fals. “Kok kayak gini steman-nya?” tanyanya. Waktu itu, meski sudah bisa sedikit-sedikit aku memang belum bisa nyetem gitar. Setelah membetulkan gitarku, pramugari itu lalu mengajariku memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan.

    Waktu sekolah di SMP 5 Bandung aku juga punya pengalaman menarik dengan gitar. Suatu ketika, seorang guruku menanyakan apakah ada yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tapi karena ada anak perempuan yang jago memainkan gitar, aku menawarkan diri. “Gengsi dong,” pikirku waktu itu. Maka jadilah aku pemain gitar di vokal grup sekolahku.
    Kegandrunganku pada gitar terus berlanjut. Saat itu teman-teman mainku juga suka memainkan gitar. Biasanya mereka memainkan lagu-lagu Rolling Stones. Melihat teman-temanku jago main gitar, aku jadi iri sendiri. Aku ingin main gitar seperti mereka. Daripada nggak diterima di pergaulan, sementara aku nggak bisa memainkan lagu-lagu Rolling Stones, aku nekat memainkan laguku sendiri. Biar jelek-jelek, yang penting lagu ciptaanku sendiri, pikirku.

    Untuk menarik perhatian teman-temanku, aku membuat lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, merusak lagu orang. Mulailah teman-temanku pada ketawa mendengarkan laguku. Setelah merasa bisa bikin lagu, apalagi bisa bikin orang tertawa, timbul keinginan untuk mencari pendengar lebih banyak. Kalau ada hajatan, kawinan, atau sunatan, aku datang untuk menyanyi. Dulu manajernya Engkos, yang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia selalu tahu kalau ada orang yang punya hajatan.

    Di SMP aku sudah merasakan betapa pengaruh musik begitu kuat. Mungkin karena aku nggak punya uang, nggak dikasih kendaraan dari orang tua untuk jalan-jalan, akhirnya perhatianku lebih banyak tercurah pada gitar. Sekolahku mulai nggak benar. Sering bolos, lalu pindah sekolah.

    Aku merasakan gitar bisa menjawab kesepianku. Apalagi ketika sudah merasa bisa bikin lagu, dapat duit dari ngamen, mulailah aku sombong. Tetapi sesungguhnya semuanya itu kulakukan untuk mencari teman, agar diterima dalam pergaulan. Suatu ketika ada orang datang ke Bandung dari Jakarta. Waktu itu aku baru sadar kalau ternyata lagu yang kuciptakan sudah terkenal di Jakarta. Maksudku sudah banyak anak muda yang memainkan laguku itu. Malah katanya ada yang mengakui lagu ciptaanku.

    Sebelum orang Jakarta yang punya kenalan produser itu datang ke Bandung, aku sebetulnya sudah pernah rekaman di Radio 8 EH. Aku bikin lagu lalu diputar di radio itu. Tapi radio itu kemudian dibredel. Setelah kedatangan orang Jakarta itu, atas anjuran teman-temanku, aku pergi ke Jakarta. Waktu itu aku masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Sebelum ke Jakarta aku menjual sepeda motorku untuk membuat master. Aku tidak sendirian. Aku bersama teman-teman dari Bandung: Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul.

    Kami lalu rekaman. Ternyata kasetnya tidak laku. Ya, sudah, aku ngamen lagi, kadang-kadang ikut festival. Setelah dapat juara di festival musik country , aku ikut festival lagu humor. Kebetulan dapat nomor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humorku lalu direkam, diproduseri Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Aku rekaman ramai-ramai, sama Pepeng (kini pembawa acara kuis Jari-jari, jadi MC, dll), Krisna, dan Nana Krip. Tapi rekaman ini pun tak begitu sukses. Tetap minoritas. Hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak-anak muda. Akhirnya aku rekaman di Musica Studio. Sebelum ke Musica, aku sudah rekaman sekitar 4 sampai 5 album. Setelah rekaman di Musica itu, musikku mulai digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri.

    Akhirnya, setelah ikut rekaman berkali-kali, aku sudah bisa hidup sendiri. Sampai ada seseorang yang mengajakku untuk ikut kedalam sebuah grup musik yang bernama “Babandotan”. Setelah kami manggung, akhirnya kamipun agak terkenal. Tetapi belum lama, grup musik itupun pecah karena, ada salah seorang teman kami yang pindah. Akhirnya kamipun hidup sendiri-sendiri lagi. Akhirnya setelah aku sudah mahir membuat lagu, akupun membuat banyak lagu seperti : Oemar Bakri, Pesawat Tempurku, Galang Rambu Anarki, Bento, Bongkar, dan masih banyak lagi. Ternyata laguku itu meledak di pasaran. Jadi aku bisa hidup berkecukupan sampai saat ini.

    Alasan saya memilih Iwan Fals, yaitu :

    1. Suaranya sangat enak didengar, dan dia orangnya selalu bekerja keras. Dan Iwan Fals selalu ingin mengikuti trend yang ada, yakni seperti bermain gitar. Meskipun dia pernah memutuskan senar gitarnya, dia tidak pernah putus asa dalam belajar gitar.
    2. Orangnya selalu mempunyai ide-ide kreatif seperti membuat lagu baru yang dia ciptakan sendiri. Dia tidak pernah malu dengan hasil ciptaannya, meskipun lagunya masih banyak yang false, tetapi masih ada orang yang menyukai lagu ciptaannya.
    3. Dan alasan ketiga yang tak kalah pentingnya, yaitu lagunya yang sudah sangat lama, kini masih sangat melegenda. Apalagi lagunya yang berjudul Bongkar, itu adalah lagu yang paling melegenda dari 200 lagu yang melegenda.
     
  • haniefz 2:47 am on April 28, 2011 Permalink | Reply  

    Indonesia berhasil membuat BOM paling hebat, tak ada yang bisa menjinakan ! 

    Walaupun dari kesatuan angkatan bersenjata manapun, walaupun dari tim gegana paling pintar se dunia, bom buatanindonesiaini tak akan pernah bisa dijinakan.

    BOM ini sudah menelan korban banyak nyawa manusia, bangunan pada hancur. Yang mengerikan adalah BOM ini tidak bisa diprediksi kapan meledaknya. Karena sang pembuatnya mengacak waktu meledaknya sehingga tidak bisa dihitung kapan akan meledak.

    Tentara luar negeri juga aku yakin dengan kecanggihan teknologi mereka, tak akan mampu menjinakan BOM indonesia ini. Nih buktinya :

    Wakaka.. wakakaaa… kakaaaaaa…..
    Bener kan ?

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel