Berikut Tuduhan kepada 17 Tersangka Bom Buku & Serpong

JAKARTA – Sejak pekan lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terus bergerak menangkap terduga teroris yang melakukan teror bom buku dan berencana meledakkan bom di jalur pipa gas PGN di dekat Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, hingga kini polisi sudah membekuk 22 orang. Sebanyak 17 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, sementara sisanya dibebaskan.

Berikut identitas ke-17 tersangka tersebut berikut peran mereka dalam dua aksi teror sebagaimana disampaikan Boy kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

1. Muhamad Maulana Sani ditangkap di Rawamangun Muka Selatan II pada 20 April pukul 21.00. Maulana diduga turut serta merakit bom bersama Pepi Fernando. Ketika itu, Densus juga menangkap Doni Ramdani, Yuyun Supriatna, Osum Sumarna, Ahmad Hidayat dan Opi Yuhendra. Namun mereka akhirnya dibebaskan.

2. Pepi Fernando ditangkap di Merduati, Kutaraja, Banda Aceh. Pepi Fernando merupakan pimpinan kelompok, ditangkap 21 April 2011. Perannya menentukan satu judul buku ‘Atas Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin, Mereka Boleh Dibunuh’ yang ditujukan untuk Ulil Abshar
Abdalla.

3. Hendi Suhartono, turut serta membuat bom, eksekutor meletakkan bom di
Puspitek dan Serpong.

4. Muhammad Fadil, sarjana Fakultas Ushuludin, Jurusan Filsafat, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Dia turut membantu dana bom, dan menyembunyikan pelaku Pepi dan Zokaw alias Hendi Suhartono.

5. Irman Kamaludin, lulusan SMK usia 24, Jurusan Design Grafis, sebagai bendahara Pepi, turut serta membuat bom, membuat lima cover dan 4 judul buku, ‘Yahudi Militan’ yang dikirim ke musisi Ahmad Dani, ‘Pesta Narkoba di Kalangan Pejabat Negara’ Gories Mere, Masih Adakah Pancasila’, dan ‘Tentang Yesus’.

6. Darto ditangkap di Rawadas Pondok Kopi. Pekerjaan jualan mainan. Dia turut membeli bahan peledak, turut serta buat bom, meletakkan bom tabung di TKP Banjir Kanal Timur, Cakung.

7. Watono, ditangkap di Rawadas, Pekerjaan pedagang burger, turut serta membuat bom.

8. Fajar Dwi Setyo, peranan membeli bahan peledak, dan meletakkan bom di Puspitek.

9. Ade Guntur, berperan membeli bahan peledak, survei di Puspitek dan membawa
bahan peledak.

10. Riki Riyanto, lulusan SMP paket B, berperan membeli bahan peledak, dan membuat bom bersama Pepi serta membawa bom ke Gereja Christ Cathedral, Serpong.

11. Mohammad Syarif, ditangkap di Pesanggrahan, Ciputat Timur. Dia lulusan SMK yang bekerja sebagai supir pribadi Ibu Iskandar di Komplek MPR. Perannya turut serta membuat bom, ikut uji coba peledakan bom di rumah Pepi pada Februari 2011.

12. Mugianto alias Mugi ditangkap di Pasar Perumnas Klender. Mugianto adalah karyawan toko yang ditugasi membeli bahan  peledak dan membuat bom.

13. Juni Kurniawan ditangkap di Jalan Mawar Tangerang. Juni Kurniawan lulusan SMA yang peranannya membantu memberi dana buat aksi teror.

14. Febri Hermawan, ditangkap di Jalan Margahayu, Bekasi Timur, peranananya turut membuat bom

15. Deni Carmelita (istri Pepi) ditangkap di Perumahan Harapan Indah, Bekasi. Deni Carmelita, lulusan IISIP jurusan ilmu Jurnalistik. Pekerjaan staf humas BNN. Perannnya menyembunyikan info tentang ledakan bom.

16. Imam Mohammad Firdaus, ditangkap di Manunggal Makasar, Jakarta Timur. Firdaus, lulusan sarjana yang berkerja sebagai kamerawan. Perananannya menyembunyikan informasi aksi ledakan bom dan berencana untuk disiarkan di media.

17. Matun Maulana, ditangkap di Gunung Sindur, dia juga menyembunyikan informasi tentang aksi teror bom.