Ngotot, Panigoro-George Dicap Negatif Publik “Ketika seseorang melawan aturan yang dianggap tak adil, maka persepsi terbangun positif.”

VIVAnews – Kubu George Toisutta dan Arifin Panigoro bersikukuh agar bisa mencalonkan sebagai ketua dan wakil ketua umum PSSI, membuat sosok keduanya saat ini dicap negatif. Apalagi, mereka sudah ditolak oleh Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).

Pernyataan ini disampaikan Direktur LSKP (Lingkar Survey Kebijakan Publik), Sunarto Ciptoharjono saat merilis hasil survey “Perubahan Persepsi Media Terhadap GT-AP Dalam Kemelut PSSI,” di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu 4 Mei 2011.

“Ketika seseorang melawan aturan yang dianggap tidak adil, maka persepsi yang terbangun positif. Tapi, ketika mereka menentang dengan gigih aturan yang dianggap fair oleh publik, maka kecenderungan yang timbul adalah negatif,” ujar Sunarto.

Apalagi, Komite Normalisasi yang diketuai oleh Agum Gumelar oleh publik sudah dipercayai sebagai institusi yang mampu menyelesaikan kemelut pemilihan pengurus dalam tubuh PSSI. “Melawan keputusan Komite Normalisasi atau Agum Gumelar yang merepresentasikan lembaga itu akan dipersepsikan negatif,” ujar Sunarto.

Dalam survey yang dilakukan lembaganya terhadap 6 media cetak nasional pada akhir April lalu, diketahui 59,9% pemberitaan cenderung negatif terkait kegigihan GT-AP mencalonkan diri. “Sedangkan 27,8% menilai seharusnya GT-AP boleh tetap mendaftar, karena tidak ada Statuta FIFA dan PSSI yang dilanggar,” ujar Sunarto. Sisanya, 18,2% bersikap netral.

Cipto sendiri menyayangkan pergeseran persepsi tersebut. Karena sebelumnya, sosok Toisutta dan Panigoro sudah dianggap sebagai ikon revolusi persepakbolaan tanah air. Keduanya gigih menentang aturan-aturan lama yang tidak adil.

“Sebaiknya, GT-AP menerima keputusan FIFA dan KN. Dengan demikian publik akan mengenang keduanya sebagai pelopor reformasi sepakbola di Indonesia. Tapi kalau tetap maju, persepsi yang sudah melekat itu akan runtuh,” ujar Sunarto.

Menpora Enggan Ikut Campur

Menyikapi sikap gigih Kelompok 78, Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng mengaku tidak akan mencampuri proses yang telah dilakukan Komite Normalisasi. “Saya tidak ingin mengintervensi apapun dalam proses ini, biarkan ini berjalan,” ujar Andi di kantornya.

“Komite Normalisasi sudah menjalankan tugas, kini giliran Komite Banding. Kita tunggu saja prosesnya. Yang penting diharap tidak ada kongres tandingan. Mudah-mudahan kongres 20 Mei nanti berjalan baik hingga terpilih pengurus baru,” ujar Andi. (sj)

• VIVAnews