Inggris Usir Lagi Diplomat Libya Mereka juga memerintahkan serangan militer atas Khadafi ditingkatkan.

Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, memerintahkan pengusiran dua diplomat Libya dari Kedutaan Besar Libya di London. Ia juga memerintahkan serangan militer yang lebih besar kepada rezim Kolonel Muammar Khadafi di Tripoli, Libya, tepat tujuh minggu setelah Dewan keamanan PBB merestui aksi militer ke Libya untuk melindungi penduduk sipil di negeri itu.

Seperti dilansir The Telegraph, Hague mengatakan, sudah saatnya dilakukan upaya final untuk menggulingkan rezim Khadafi yang kini telah terpojok. “Intensitas serangan militer harus ditingkatkan. Saat ini capaian besar telah diraih. Ribuan nyawa di Libya telah diselamatkan. Sekarang kita harus mengintensifkan berbagai serangan itu untuk memperoleh hasil yang memuaskan,” ujar Hague.

Sementara itu, gerakan pemberontak di dalam negeri Libya yang juga mencoba menggulingkan Khadafi, menyatakan bahwa mereka memerlukan tambahan pinjaman dana US$3 juta untuk meneruskan perjuangan mereka. Namun pemerintah Inggris menegaskan, mereka tidak akan memberikan tambahan dana bagi pemberontak Libya, karena dana yang mereka kucurkan sebelumnya sudah sangat besar.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dalam konferensi persnya mengatakan, pihak sekutu akan mencari cara untuk menciptakan ‘mekanisme finansial’ untuk membantu para pemberontak Libya. Namun Clinton tak mau mengomentari langkah koleganya yang memilih mengusir para diplomat Libya.

Hague menjelaskan, pengusiran dua diplomat Libya itu merupakan langkah lanjutan untuk melakukan tekanan diplomatik kepada Khadafi. Lebih lanjut ia mengatakan, kedua diplomat itu beserta keluarga mereka diberi batas hingga Rabu pekan depan untuk meninggalkan Inggris.

“Pengusiran dua diplomat Libya adalah karena aktivitas mereka bertentangan dengan kepentingan Inggris. Kami terus mengawasi Kedutaan Libya (di Inggris) dan para pegawainya. Kini saya menilai perilaku mereka menjadi tidak dapat diterima,” tegas Hague.

Pengusiran dua diplomat Libya ini menyusul langkah Inggris minggu lalu yang juga mengusir Omar Jelban, Duta Besar Libya untuk Inggris. Ia diberi waktu 24 jam untuk meninggalkan Inggris terkait serangan pendukung Khadafi terhadap kedutaan Inggris di Libya. (adi)