Pantau Osama, Obama Tampil Tidak Menonjol Ini menunjukkan dia bukan pemimpin yang “gagah-gagahan” demi jaga citra sebagai presiden

Tewasnya Osama bin Laden oleh pasukan khusus Amerika Serikat (AS) membuat Presiden Barack Obama dalam beberapa hari terakhir banjir pujian. Para politisi di AS, termasuk seteru Obama di Partai Republik, memberi selamat kepada dia atas operasi pasukan khusus AS dalam membunuh Osama, gembong teroris yang menjadi buronan dalam satu dekade terakhir.

Kalangan pengamat juga memuji Obama saat memantau secara langsung operasi itu, yang diyakini kalangan media massa dilakukan oleh pasukan elit Navy SEAL di Abbottabad, Pakistan, 1 Mei 2011. Pantauan Obama itu terekam dalam suatu foto yang diterbitkan kantor kepresidenan AS (Gedung Putih).

Dalam foto itu, Obama berada di pojok kiri bersama Wakil Presiden Joe Biden saat memantau operasi atas Osama bersama sejumlah petinggi keamanan AS. Mereka adalah Menteri Pertahanan Robert Gates, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Penasihat Keamanan Nasional dan sejumlah staf keamanan lain.

Menariknya, posisi Obama di foto itu tidak dominan. Dia hanya tampil di sela-sela Wapres Biden dan seorang staf militer yang berbadan besar.

Obama pun saat itu tidak berpakaian resmi, melainkan mengenakan kemeja putin dan jaket hitam. Menurut kalangan pengamat, orang awam yang tidak tahu Barack Obama pasti juga tidak akan bisa menunjuk siapa presiden AS di foto itu. Pasalnya, dia tampak melebur dengan para bawahan tanpa harus menunjukkan kebesarannya sebagai pemimpin negara adi daya dan panglima tertinggi militer AS.

“Dia tidak duduk di kursi yang tertinggi,” kata Lori Brown, pakar sosiologi dari Meredith College, yang dikutip stasiun berita CNN. Brown pun terpukau melihat Obama dalam foto itu bahkan “tidak berposisi di tengah.”

Pengamat politik, Cheryl Contee, menilai bahwa foto itu menunjukkan bahwa Obama bukanlah tipe pemimpin yang “gagah-gagahan” demi menjaga citra sebagai presiden. Buktinya, dia bersedia difoto seperti itu.

“Ini menandakan Obama tetap percaya diri sebagai pemimpin. Foto itu menunjukkan bahwa dia bekerjasama dengan para penasihatnya. Dia percaya dengan kerja tim, meski dialah yang memiliki otoritas untuk memerintahkan operasi memburu teroris yang paling dicari di muka bumi ini,” kata Contee, yang mengelola blog Jack & Jill Politics, yang juga dikutip CNN.

Menurut Contee, foto itu juga menunjukkan bahwa Obama adalah orang non kulit putih yang tidak sekadar menjadi presiden, namun juga menjadi pemimpin pelindung Amerika Serikat. “Ini merupakan langkah baru dalam merehabilitasi citra pria kulit hitam dalam budaya Amerika. Pandangan publik di Amerika atas pria berkulit hitam pun berubah,” kata Contee.