Ini Dia Motif Pengiriman Peti Mati

Paket peti mati sejak Senin, 6 Juni 2011, dikirim massal ke sejumlah kantor media massa dan penggiat media sosial. Diduga, paket ini adalah bagian dari kampanye pemasaran peluncuran sebuah buku berjudul “Matinya Periklanan di Indonesia.”Sumber Tempo menyebutkan, pesan yang dikirim melalui paket peti mati ini adalah kampanye pemasaran peluncuran buku periklanan. Buku itu ditulis S, dan akan diluncurkan di Jakarta, Kamis 9 juni 2011. “Mereka terinsipirasi Tung Desem Waringin,” kata sumber kepada Tempo, Senin 6 Juni 2011.

Seperti diketahui, motivator yang juga dikenal sebagai pakar pemasaran Tung Desem Waringin pernah membuang duit Rp 100 juta dengan menguyurnya di sekujur Jakarta. Lembaran duit senilai total Rp 100 juta itu disebar dari udara dari atas pesawat mungil Jabiru pada Minggu 1 Juni 2008, tepat pukul 08.30 WIB. Duit yang disebar dibagi atas pecahan seribuan, lima ribuan, dan 10 ribuan. Tung juga akan membagikan 1.000 tiket seminarnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Tempointeraktif.com Wicaksono menilai paket yang diterimanya bukan sesuatu yang bersifat teror dan serius. “Saya menduga ada seseorang yang mengkampanye sesuatu,” ujarnya.

Wicaksono merujuk pada gerakan kampanye yang diinisiasi oleh akun Twitter @restinpeacesoon. ” Sudah ada akun Twitter yang disinyalir jadi sumbernya,” kata Wicaksono. Paket kiriman peti mati itu diterima Wicaksono di kantor Koran Tempo, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Diantar mobil jenazah, dua paket itu berukuran kecil, layaknya peti mati untuk anak-anak. Di atasnya ada tulisan R.I.P atau rest in peace (requiescat in pace).

Di dalamnya ada taburan bunga dan setangkai mawar putih. Selain itu, ada kertas bertulisan http://www.restinpeacesoon.com dan tulisan “You are number #.613” dan 616. Paket tersebut dikirim dari Rest In Peace Soon, Unit 166, Jalan Asia Afrika, Pintu IX Senayan, Jakarta 10270. Saat ini, peti mati berada di lobi kantor