Sulap Komputer Lemot Jadi Supercepat

KREASI anak bangsa di bidang ilmu pengetahuan terus tumbuh berkembang. Seorang mahasiswa Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Jawa Timur, berhasil menyulap kerja komputer yang semula lemot atau lambat menjadi supercepat. Mahasiswa yang memiliki kreativitas tinggi itu adalah Bondan Arliado. Mahasiswa semester akhir ini bahkan pernah menjadi juara ketiga dalam lomba merangkai komputer di Yogyakarta pada 2010.

Untuk menularkan ilmunya, Bondan tidak segan-segan berbagi kepada mahasiswa-mahasiswa lainnya, termasuk siswa dari beberapa SMA/SMK di Surabaya. Tidak jarang dalam acara pertemuan dengan siswa SMA/SMK, dia mendemonstrasikan karya temuannya yang bisa mempercepat daya kerja komputer.

Bondan menceritakan kegemaran menekuni bidang elektronik tersebut berawal dari tingginya penggunaan komputer yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Hampir setiap hari aktivitas masyarakat selalu berhubungan dengan komputer. Karena itu, komputer tidak boleh lemot dan harus bisa bekerja cepat seiring kebutuhan hidup.

Akhirnya muncul ide untuk mengubah kinerja komputer agar lebih cepat. Menurut Bondan, caranya cukup mudah. Tidak perlu membeli peralatan tambahan yang mahal, tapi dengan melakukan overclocking. “Caranya dengan meningkatkan frekuensi prosesor melalui Bios,” ucap Bondan. Dengan cara ini, kinerja komputer bisa mencapai 7 Gigahertz (GHz).

Mahasiswa jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Unitomo ini menjabarkan, prosesor yang ditanam dalam semua komputer pada dasarnya sama. Hanya tipenya yang berbeda. Pabrikan membuat prosesor semuanya berbentuk wafer dan dipotong-potong. Setiap potongan itu sama kapasitas dan kemampuannya. Prosesor itu kemudian disesuaikan dengan komponen lain saat dipasangkan dalam rakitan komputer.

Namun, keberadaan prosesor itu masih bisa diutak-atik untuk bisa mendongkrak kinerja komputer. Caranya yakni melalui setting Bios. Di situ nanti bus prosesor dan multiplayer-nya ditingkatkan untuk bisa mendongkrak frekuensi kecepatan dari prosesor sehingga kinerja komputer bisa lebih maksimal. Bondan mencontohkan, untuk komputer dengan kapasitas prosesor 3 GHz memiliki perhitungan 200 bus prosesor X 15 multiplayer. Angka pada bus prosesor dan multiplayer itu bisa ditingkatkan.

Meski begitu, Bondan juga mengingatkan untuk melakukan perubahan pada sistem kelistrikan. Voltasi pada komputer harus ditingkatkan. Jika tidak dilakukan, itu bisa merusak komputer. ”Peningkatan dilakukan untuk menjaga kestabilan kinerja komputer,” ungkapnya. Menurutnya,cara peningkatan kerja komputer dengan metode overclocking ini sangat aman dan tidak akan merusak komputer. Jika overlock gagal, tidak akan membakar komputer. Komputer hanya mengalami hang atau gagal booting.

Namun, efek yang dialami komputer adalah sering panas dan ada penambahan daya yang cukup tinggi. Kepiawaian Bondan dalam sistem overclocking ini telah diakui secara nasional hingga internasional. Karya-karyanya pernah ditunjukkan di Yogyakarta, dan hasilnya diakui bisa memunculkan terobosan baru untuk tingkat nasional.

Dengan kepandaiannya itu, mahasiswa murah senyum ini bertekad akan menularkan kepada mahasiswa atau siswa lain yang berminat. Bondan juga menceritakan dirinya merupakan salah satu pemecah rekor overclocking tercepat dengan catatan 7 GHz dalam Forum Overclockking Internasional di website http://www.haweboth.org. Di website tersebut terdapat karya-karya miliknya.