Suriname

Mungkin musik Campursari di Indonesia sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia khususnya untuk kalangan orang-orang dewasa, tetapi musik khas Jawa ini juga ternyata digemari masyarakat Suriname. Hal ini terungkap saat penyanyi campursari Didi Kempot menggelar konser di Anthony Nesty Hall, Suriname.

“Kalau untuk jumlah persis tingkat penjualan album saya kurang tahu. Tetapi yang jelas setiap saya konser di Anthony Nesty Hall yang berkapasitas 5.000 orang pasti penuh,” ujar Didi kepada VIVAnews, Jumat, 15 Juli 2011.

Menurut Didi, musik campursari tak hanya digemari kalangan dewasa di Suriname. Anak-anak di sana juga ikut menyaksikan pertunjukkan campursari.

“Setiap konser, sekitar seperempat dari jumlah penontonnya adalah kalangan anak-anak kecil,” kata Didi yang sudah menggelar konser di Suriname sembilan kali.

Didi menuturkan, para penduduk Suriname menggemari musik campursari karena memiliki ikatan batin dengan Indonesia. Seperti diketahui sebagian masyarakat Suriname merupakan keturunan imigran dari Pulau Jawa. Oleh karena itu tak heran ada banyak bahasa yang digunakan di negara tersebut, termasuk bahasa Jawa.

“Beberapa lagu yang disukai di sana adalah ‘Layang Kangen’ dan ‘Kutho Solo’,” ucapnya.

Source: VivaNews.com